Posted by: winnymirza | May 28, 2013

Journey to Borneo Part 1


Day 1 :

Borneo…hmm mistis, hutan, sepi, itu yang saya bayangkan. Yep, liburan panjang kali ini, saya dan suami plus mertua pergi ke suatu tempat di Kalimantan, tepatnya yaitu ke kota Pangkalan Bun, kota ini merupakan ibukota Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Ibukota provinsinya adalah Palangkaraya. Deg-degan, karena untuk saya ini adalah pengalaman pertama ke pulau ini, sedangkan lainnya sudah terbiasa dari dulu 😀 #norak ya.

Journey kali ini kami menggunakan pesawat yang tidak biasa kita naiki, yaitu Kalstar (Terminal 1c Bandar Udara Soekarno Hatta, kisaran harga Rp. 700 – 800rb/1x jalan), dari Bogor berangkat 8 Mei 2013 pukul 04.00 WIB karena boarding dimulai pukul 06.00, catatan : jangan sampai tertinggal pesawat, karena hanya terbang 1x sehari :D. Tepat pukul 07.00 WIB on time, take off KD 721 Jakarta – Pangkalan Bun.

Wow, tidak menyangka ternyata banyak sekali warga negara asing seperjalanan kami, sepertinya sih mereka dari lembaga-lembaga konservasi. Perjalanan sekitar 1 jam, pukul 08.00 landing di Bandar Udara Iskandar, selama di dalam pesawat yang dilihat adalah pulau yang masih hijau banget dengan kota berupa kotak kecil dan sungai yang berkelok-kelok panjang, hmmm ini salah satu tujuan saya besok, jadi ga sabar. Oiya di kalstar kita diberikan sarapan nasi beserta lauk pauknya dan ternyata cukup mengenyangkan..yummi…

collage kalstar
kalstar food
ket. foto : dapet sarapan loooh ^^

Landing di Bandar Udara Iskandar, hanya ada 3 pesawat yang sedang parkir, Kalstar dan 2 pesawat trigana air baling-baling hihihi baru kali ini liat bandara sepiiii abizz, lega banget bisa foto2 disitu, jadi kayak punya pesawat di halaman pribadi. Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah adik ipar saya, hanya butuh waktu sekitar kurleb 15 menit kita sudah sampai 😀 sepanjang jalan sepiii banget, berasa kayak di film zombie aja nih. Pangkalan Bun dikenal sebagai Kota Manis (Minat, Aman, Nikmat, Indah dan Segar) – tagline kotanya pas banget dengan yang kita rasakan, segaaaar, rapi dan bersih. Tetapi karena lelah di perjalanan dan kurang tidur, hari ini kami hanya diam di rumah saja melepas kangen dengan ponakan-ponakan kami yang sudah lama ga ketemu (always miz u kiddos – syaquila dan lanno).

collage bandar udara

Kalimantan tanpa makanan laut kayaknya kurang pas ya, yes makan malem hari ini adalah RM Dunia Laut..yeayy, dari namanya aja dah bisa kita tebak ya, semua adalah hasil laut. Yummiiii….hasil akhirnya, perut kenyang tepatnya kekenyangan, karena baru kali ini yang namanya kepiting dan udang ga habis dimakan hhfff :p harga? Muraaaah, coba bayangkan makan untuk 6 orang dengan hasil laut yang lengkap hanya habis 400rb, menunya saya tidak begitu hafal, seinget saya adalah sop kepiting asparagus, kepiting saos mentega, udang bumbu cah, kangkung cah, porsinya buanyak banget…mantapppp.

rm dunia laut

college dunia laut

ket. foto : kepiting saos mentega dan sup kepiting 

Day 2 :

Pagi-pagi semangat bangun pagi hohoho, lari pagi di kota orang, udaranya seger banget, kita menuju jalan utama kantor Bupati dll, jalan pagi ga berasa disini ga taunya udah lumayan jauh juga, lapaaar akhirnya kita beli nasi uduk di pojokan jalan, ternyata walapun di Kalimantan, tetep yang jualan orang jawa hehehe.

Tujuan hari ini ada konservasi orang utan, beruntung punya adik ipar yang banyak kenalan, jadi kita punya akses menuju kawasan konservasi, disini merupakan kawasan untuk orang utan yang masih liar, masih kecil atau cacat lahir, jika mereka sudah siap baru mereka akan dilepaskan ke kawasan konservasi yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat. Karena beberapa hal di kawasan ini dilarang untuk foto-foto. Lucunya di kawasan ini, saya bingung siapa mengunjungi siapa, karena selama kita di dalam, mereka (orang utan) sangat interest bergerombol untuk memandang kita kemanapun kita jalan :p #disini  nyamuknya besar-besar, alhasil keluar dari sini saya pun bentol2 x_x.

konservasi orangutanket foto : menuju kawasan konservasi orang utan

Dari kawasan konservasi, kami meneruskan perjalanan ke Kota Pelabuhan Kumai, karena di Pangkalan Bun tidak ada kemacetan,  menuju Kumai pun tidak terasa padahal jaraknya sudah cukup jauh sekali seperti dari Bogor menuju Depok lah kira-kira. Kota Kumai merupakan kota pelabuhan penghubung dari beberapa pulau. Saya kira ketika sampai di pelabuhan Kumai adalah laut, ternyata ini adalah sungai, tepatnya sungai Arut :p memang banyak penduduk disana mengatakan ini adalah laut, mungkin karena saking lebarnya ya.  Hari ini kami survey mengenai perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terkenal oleh kawasan konservasi orang utan dan perjalanan sepanjang sungainya. Berhubung hari ini adalah hari jumat, jadi kami tidak bisa berlama-lama disini, gpp karena besok adalah pengalaman sesungguhnya.

tom kosasihSetelah para bapak-bapak selesai jumatan, kami lanjutkan dengan makan siang di RM Terapung, cukup jauh juga jaraknya tapi seru juga, karena selama kami makan, banyak klotok dan speedboat yang melintas, sehingga tempat kami duduk pun ikut goyang-goyang hehehe, lokasi RM ini masih satu jalur dengan sunga Arut tetapi di sisi yang berlainan. Again, menunya adalah hasil laut. Saya sendiri pesan ikan nila bakar yang enak ruar biasa, suami saya pesan udang yang ruar biasa besar xoxo (dua-duanya lupa saya abadikan). Seperti sebelumnya, total biayana kurang lebih sama dengan makan tadi malem, yang harus diingat adalah kolesterol yang semakin naik (tepok jidad). Serunya disini kita menyempatkan untuk naik klotok menyusuri sungai, biayanya Rp. 30.000/boat ^_^.

collage terapung

ket. foto : menu ayam bakar di RM Terapung dan naik klotok

Sore harinya, saya dan suami sempatkan melihat-lihat kota Pangkalan Bun mengendarai motor, karena kotanya kecil saya pede tidak akan nyasar, and yes ketemu juga tu yang namanya Istana Kuning di daerah Radja, disini merupakan tempat raja dan pangeran Kerajaan Kotawaringin dan lebih dikenal dengan nama istana kuning, sayangnya ketika kami sampai, waktu untuk masuk ke dalam sudah habis pukul 16.00 WIB, jadi kami hanya foto-foto saja dan mendapat info bahwa di sebelah istana itu adalah rumah pangeran, dan seperti dongeng, ada 2 pangeran disini yang satu adalah pangeran baik dan satunya adalah pangeran jahat hihihi, bener ga sih itu. Dari sini kami tidak lanjut muter-muter karena hari sudah mendung dan tanda-tanda akan hujan lagi. Istana ini ternyata dekat dengan pasar (catat), jadi agenda hari besok untuk beli oleh-oleh ^^

istana kuning collage

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: