Posted by: winnymirza | July 1, 2013

Weekend di Bendungan Jatiluhur


Hi, ketemu lagi, cerita ini sudah agak lama sih (basi ga ya) hehe, tepatnya 7 Juni 2013, jumat malam itu, saya dan suami ternyata berpikiran sama, apa besok kita ke Jatiluhur yu??? okay, semua setuju, berarti berangkaaaat.

Pagi-pagi sekitar pukul 5 pagi, semangat 45 kita siap-siap, eeeh ternyata gerimis, akhirnya kita berangkat mundur sekitar pukul 6 pagi, semoga masih cerah, karena infonya di Jatiluhur bisa melihat sunrise maupun sunset.

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (sekitar 2 jam dari bogor, 1 jam dari bandung).Bendungan Jatiluhur merupakan bendungan terbesar di Indonesia. Nama sebenarnya bendungan ini adalah Waduk Ir. H. Juanda. Bendungan ini berfungsi sebagai PLTA sekaligus tempat rekreasi. Disini juga ada Stasiun Satelit milik Indosat (saya hanya putar-putar di sekitar perumahannya saja ^^).

Untuk menuju ke bendungan/waduk Jatiluhur, saya melewati jalur seperti ke Bandung, yaitu tol Cipularang, tidak jauh dari belokan ke Cipularang, nanti keluar di Tol Jatiluhur (karena kalau keluar tol Purwakarta agak jauh lokasinya).

Image

Sekitar pukul 8 atau 9 pagi, sampailah kita di bendungan Jatiluhur, karena baru pertama kali kesini, kita bingung arahnya ke tempat wisata hehehe x_x dan benar ternyata salah jalan, kami malah menuju bendungan utama bukan ke tempat wisatanya. Usut punya usut, ternyata memang ini tujuan suami saya untuk melihat waduk utamanya hahaha…okelah saya ikuti saja, tapi sampai di pintu masuk, ternyata memang ada tulisan di larang masuk, akhirnya kita menanyakan beberapa petugas yang jaga, dia menjelaskan bahwa untuk masuk ke waduk utama harus dengan surat ijin khusus, hmmm sedikit kecewa tapi tidak hilang semangat, kita bertanya wah sayang sekali ya pak, caranya bagaimana untuk mendapatkan surat itu, ternyata petugasnya memberitahukan karena hari ini adalah hari libur nasional, maka wisatawan diperbolehkan masuk tanpa surat itu, hanya bayar di tempat saja xoxoxoxo… asiiiik….waktu itu saya memberikan 20.000 saja, dan kita sudah boleh masuk, yipiiiii. Di dalam waduk ternyata ada 1 rombongan berbaju sama dan beberapa keluarga (tapi sepiii banget tidak terlalu ramai, sepertinya jarang ada yang tau bahwa ke waduk utama bole masuk), tetapi melihat kondisinya memang agak berbahaya jika terlalu ramai, karena batas jalan ke waduk tidak dipagari tinggi, dan air langsung tersedot ke turbin di bawahnya (seyeeeem).

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Pemandangan di waduk utama, luar biasa indah, barisan gunungnya mengingkatkan akan Ha Long Bay di Vietnam hehehe…tapi semakin kita mendekati turbin, jika angin bertiup ke arah kita berdiri maka sudah seperti hujan aja deh x_x basaaaaahhh…Again, lupa bawa tripod, untung di jalanan waduk ada beberapa pot yang bisa dijadikan tripod, jadi deh foto-foto hohoho. Agak lama disana, kita bertemu seorang bapak sendirian bersepeda, akhirnya kita bergantian saling foto-foto (maniak :p). Yaaah, kita lupa foto bersama pak x_x.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Ket. Foto : PLTA

Puas di waduk utama, perjalanan selanjutnya adalah ke tempat wisatanya, ternyata tidak kalah indah dari waduk utama pemandangannya, tetapi memang cukup ramai pengunjung, di tempat wisata banyak yang menawari naik perahu sampan, saya tidak menanyakan harganya, tetapi infonya sih Rp. 60.000 untuk 10 orang 1 perahu, dan dengan perahu tersebut kita bisa makan siang di tengah-tengah danau di RM terapung. Oya disini juga ada wisata water park, tetapi menurut saya lebih luas Jungle di Bogor :p. Karena waktu semakin siang, maka saya tidak tertarik untuk makan disana. Apalagi saya diinfokan oleh bapak yang baru saja kenalan, bahwa ada tempat wisata waduk juga yang indah di kota Purwakarta, yaitu Situ Wanayasa. hmmmm. Info dari bapak juga bahwa jika kita naik perahu ke bukit-bukit yang ada mengitari waduk, disitu terdapat perkampungan penduduk setempat dan jika cuaca memungkinkan, kita juga bisa tracking mengitari gunung atau bukit tersebut.

Image

Image

Image

Image

Keluar dari Jatiluhur, perut sudah minta diisi, dan untuk situ Wanayasa sepertinya tidak akan sempat, maka kami memutuskan untuk menjadikan Wanayasa Pe eR berikutnya dalam journey kami ^^.

Image

Ket. Foto : Situ Wanayasa, sumber http://purwakarta.wordpress.com/

Untuk makan siang setiap mau berhenti koq ya susah banget karena selalu tidak ada parkiran, sampai dengan akhirnya kita menemukan soto ayam Mas Paing asli Semarang (laaah tetep masakan Jawa :p), sotonya mantap dan tidak mahal, puasss…Setelah makan selesai, kita langsung menuju Bogor kembali. Sampai jumpa Purwakarta, sometime weekend we will back again.

Image

Advertisements

Responses

  1. nice info nih, kebetulan pingin ke jatiluhur. kalau sekedar ingin lihat lihat buat 1-2 jam enaknya ke spot mana saja ya?

    tks

  2. hi sori baru buka blog lagi nih, 1-2 jam paling dptnya 1 spot ya bendungan jatiluhurnya aja langsung hehe, ga gitu luas amat jg sih si bendungan ini, mungkin sempetlah naik sampan buat makan di resto tengah danau ^_^ apa jangan2 udah kesana nih? (secara daku baru bales)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: