Posted by: winnymirza | July 1, 2013

Weekend di Bendungan Jatiluhur

Hi, ketemu lagi, cerita ini sudah agak lama sih (basi ga ya) hehe, tepatnya 7 Juni 2013, jumat malam itu, saya dan suami ternyata berpikiran sama, apa besok kita ke Jatiluhur yu??? okay, semua setuju, berarti berangkaaaat.

Pagi-pagi sekitar pukul 5 pagi, semangat 45 kita siap-siap, eeeh ternyata gerimis, akhirnya kita berangkat mundur sekitar pukul 6 pagi, semoga masih cerah, karena infonya di Jatiluhur bisa melihat sunrise maupun sunset.

Waduk Jatiluhur terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat (sekitar 2 jam dari bogor, 1 jam dari bandung).Bendungan Jatiluhur merupakan bendungan terbesar di Indonesia. Nama sebenarnya bendungan ini adalah Waduk Ir. H. Juanda. Bendungan ini berfungsi sebagai PLTA sekaligus tempat rekreasi. Disini juga ada Stasiun Satelit milik Indosat (saya hanya putar-putar di sekitar perumahannya saja ^^).

Untuk menuju ke bendungan/waduk Jatiluhur, saya melewati jalur seperti ke Bandung, yaitu tol Cipularang, tidak jauh dari belokan ke Cipularang, nanti keluar di Tol Jatiluhur (karena kalau keluar tol Purwakarta agak jauh lokasinya).

Image

Sekitar pukul 8 atau 9 pagi, sampailah kita di bendungan Jatiluhur, karena baru pertama kali kesini, kita bingung arahnya ke tempat wisata hehehe x_x dan benar ternyata salah jalan, kami malah menuju bendungan utama bukan ke tempat wisatanya. Usut punya usut, ternyata memang ini tujuan suami saya untuk melihat waduk utamanya hahaha…okelah saya ikuti saja, tapi sampai di pintu masuk, ternyata memang ada tulisan di larang masuk, akhirnya kita menanyakan beberapa petugas yang jaga, dia menjelaskan bahwa untuk masuk ke waduk utama harus dengan surat ijin khusus, hmmm sedikit kecewa tapi tidak hilang semangat, kita bertanya wah sayang sekali ya pak, caranya bagaimana untuk mendapatkan surat itu, ternyata petugasnya memberitahukan karena hari ini adalah hari libur nasional, maka wisatawan diperbolehkan masuk tanpa surat itu, hanya bayar di tempat saja xoxoxoxo… asiiiik….waktu itu saya memberikan 20.000 saja, dan kita sudah boleh masuk, yipiiiii. Di dalam waduk ternyata ada 1 rombongan berbaju sama dan beberapa keluarga (tapi sepiii banget tidak terlalu ramai, sepertinya jarang ada yang tau bahwa ke waduk utama bole masuk), tetapi melihat kondisinya memang agak berbahaya jika terlalu ramai, karena batas jalan ke waduk tidak dipagari tinggi, dan air langsung tersedot ke turbin di bawahnya (seyeeeem).

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Pemandangan di waduk utama, luar biasa indah, barisan gunungnya mengingkatkan akan Ha Long Bay di Vietnam hehehe…tapi semakin kita mendekati turbin, jika angin bertiup ke arah kita berdiri maka sudah seperti hujan aja deh x_x basaaaaahhh…Again, lupa bawa tripod, untung di jalanan waduk ada beberapa pot yang bisa dijadikan tripod, jadi deh foto-foto hohoho. Agak lama disana, kita bertemu seorang bapak sendirian bersepeda, akhirnya kita bergantian saling foto-foto (maniak :p). Yaaah, kita lupa foto bersama pak x_x.

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Ket. Foto : PLTA

Puas di waduk utama, perjalanan selanjutnya adalah ke tempat wisatanya, ternyata tidak kalah indah dari waduk utama pemandangannya, tetapi memang cukup ramai pengunjung, di tempat wisata banyak yang menawari naik perahu sampan, saya tidak menanyakan harganya, tetapi infonya sih Rp. 60.000 untuk 10 orang 1 perahu, dan dengan perahu tersebut kita bisa makan siang di tengah-tengah danau di RM terapung. Oya disini juga ada wisata water park, tetapi menurut saya lebih luas Jungle di Bogor :p. Karena waktu semakin siang, maka saya tidak tertarik untuk makan disana. Apalagi saya diinfokan oleh bapak yang baru saja kenalan, bahwa ada tempat wisata waduk juga yang indah di kota Purwakarta, yaitu Situ Wanayasa. hmmmm. Info dari bapak juga bahwa jika kita naik perahu ke bukit-bukit yang ada mengitari waduk, disitu terdapat perkampungan penduduk setempat dan jika cuaca memungkinkan, kita juga bisa tracking mengitari gunung atau bukit tersebut.

Image

Image

Image

Image

Keluar dari Jatiluhur, perut sudah minta diisi, dan untuk situ Wanayasa sepertinya tidak akan sempat, maka kami memutuskan untuk menjadikan Wanayasa Pe eR berikutnya dalam journey kami ^^.

Image

Ket. Foto : Situ Wanayasa, sumber http://purwakarta.wordpress.com/

Untuk makan siang setiap mau berhenti koq ya susah banget karena selalu tidak ada parkiran, sampai dengan akhirnya kita menemukan soto ayam Mas Paing asli Semarang (laaah tetep masakan Jawa :p), sotonya mantap dan tidak mahal, puasss…Setelah makan selesai, kita langsung menuju Bogor kembali. Sampai jumpa Purwakarta, sometime weekend we will back again.

Image

Posted by: winnymirza | June 11, 2013

Journey to Borneo Part 2

Day 3 :

Yeay, adventure…adventure…subuh kami sudah siap jalan menuju Kumai kembali untuk meyusuri sungai Arut untuk naik speedboat dengan tujuan Camp Tanjung Harapan (kawasan konservasi camp pertama), kami memutuskan untuk tidak sampai ke akhir camp yaitu camp Leakey, karena menurut guide kami, menuju kesana dengan speedboat membutuhkan waktu sekitar 2 jam dan biayanya pun cukup lumayan yaitu Rp. 600rb, sedangkan jika kita mengikuti tour dengan Klotok, membutuhkan biaya Rp. 1.5 juta – 1.8 jt/10 orang, sebenernya saya ingin sekali naik klotok karena pengalamannya seperti film Anaconda atau The River, tetapi tour dengan klotok akan menghabiskan waktu 4.5 jam sampai tujuan, sehingga jika perjalanan dimulai pukul 08.00 WiB maka akan kembali ke pelabuhan sekitar pukul 7 malam. Baiklah, lain kali saja akan saya coba naik klotok besar.

borneo eco tour

Sesampainya di Pelabuhan Kumai, kami bertemu dengan rombongan yang akan naik klotok dengan tujuan camp lakey, sedangkan kami menunggu speedboat kami siap, sambil menunggu kami membeli tiket parkir boat dan masuk kawasan konservasi.  Tiket ini juga bisa dibeli di hari sebelumnya. Untuk biaya speedboat sampai camp pondok languy dan camp tanjung harapan adalah Rp. 300.000

collage HTM

Pukul 08.00 WIB driver speedboat dan guide kami sudah datang dan menginformasikan bahwa di setap camp ada waktu-waktu feeding untuk orang utan, dan untuk feeding di camp pertama di pos tanjung harapan sendiri adalah pukul 08.00 WIB, camp kedua di pos pondok panggui pukul 09.00 WIB dan di camp ketiga di pos Leakey pukul 14.00 WIB, hmmm karena pos pertama udah kelewat, jadi kita bertiga (saya, suami dan adik ipar) memutuskan untuk menuju camp kedua mengejar feeding pukul 09.00 WIB.

Ini kali pertama saya naik speedboat, adik ipar mengingatkan bahwa ini bukan wisata karena semakin mendekati lokasi camp leakey semakin banyak buayanya dan kita juga tidak menggunakan pelampung, intinya adalah kali ini alam liar beneran jadi jangan main-main, istri adik ipar juga mengingatkan supaya jangan asal ngomong karena hutan di sekitar sungai adalah hutan perawan dan pernah kejadian teman adik ipar “kerasukan” karena ngomong sembarangan. Hmmm jadi deg-degan.

Journey begin…..

Catatan penting untuk perjalanan ini adalah bawa jaket kalau tidak ingin masuk angin dan topi, perbekelan boleh dibawa untuk ngemil di speedboat tetapi tidak dimakan di depan orang utan karena akan direbut oleh mereka.

Saat di sungai Arut yang lebar, jika speedboat kita berpapasan dengan klotok atau sesama speedboat maka speedboat kita akan berguncang-guncang dan melompat-lompat hohoho seru, agak jauh dari sungai yang lebar ada beberapa pecahan menjadi sungai kecil (walaupun tetap lebar menurut saya), di sungai yang kecil ini airnya lebih tenang dan kita sering berpapasan dengan klotok dan speedboat lainnya yang sudah berhari-hari di camp leakey (kebanyakan pengunjung adalah warga negara asing). Benar-benar seperti film The River (yang pernah disetel di FOX) J….camp pertama adalah camp tanjung harapan, di camp ini memang kita harus berhenti  untuk pemeriksaan tiket masuk kawasan konservasi dan parkir boat, kami mampir di Desa Sekonyer, disini adik ipar menjeput rekannya yang bekerja di desa tersebut, ok karena saya duduk dengan supir dan 3 orang di belakang (suami saya, adik ipar dan guide), maka rekan adik saya duduk di depan boat x_x hadoh Pak berani banget, udah biasa sih ya. Di perjalanan driver saya menunjukan beberapa kali biawak yang lompat, di kanan kiri kami awalnya adalah hutan sawit, dan semakin ke dalam merupakan hutan alami dan yes sinyal ponsel langsung SOS hehehe…

boat 2

Di tengah perjalanan, driver kami teriak, “buayaaaaa buayaa, liat ga tadi?” Yep Pak saya liat tadi tu buaya lagi berjemur di permukaan air, tapi karena speedboat kami lewat dia langsung nyelem lagi x_x (buaya tidak menyukai suara mesin yang ribut). Ok, 1 buaya, anything else? Ternyata sampai di camp Pondok Panggui, amaaan tidak ada buaya lagi hohoho karena menurut guide kami Pak Damin buaya akan banyak sekali jika kita melewati air tenang menuju camp Leakey pada saat air sungai lebih jernih dari yang kali lewati saat ini (warna sungai adalah coklat tetapi tidak berbau sama sekali) – andai Jakarta dan Bogor begini.

camp tanjung harapanket. foto : camp pertama tanjung harapan, pemeriksaan tiket disini

camp pondok paggau

parkir pondok paggau

Sesampainya di camp Pondok Panggui, sudah banyak klotok dan boat yang parkir di pintu masuknya, sempet mikir gimana cara naik ke atas ya? Hmm ternyata emank harus sedikit usaha dan sedikit olahraga untuk sampai di kawasan konservasi dan tempat feeding orang utan-nya. Fiuh, ngos-ngosan kami terbayar ketika kami sampai tempat tujuan, ternyata sudah banyak orang kumpul untuk melihat feeding tersebut (rata-rata adalah bule dan anak-anaknya), di tempat feeding sudah ada 1 orang utan besar, ternyata dia adalah king di kawasan tersebut, namanya adalah DOYOK hehehe…tempat orang utan tersebut makan dibatasi hanya dengan tali saja dan tidak begitu jauh, ketika saya sedang take foto, ternyata ada orang utan lain yang datang dengan cara bergelantungan di pohon tepat di atas kami, tetapi dia tidak mau turun sampai dengan king DOYOK pergi, ternyata mereka berdua adalah pejantan, sehingga mereka tidak akan bertemu satu sama lain, dan jika memang bertemu kemungkinan terbesar adalah mereka akan berkelahi dan memperebutkan gelar king mereka.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Fakta dari guide kami :

Orang utan betina hamil seperti manusia yaitu 9 bulan dan mereka amat menyayangi anak-anak mereka, makanan orang utan adalah buah-buahan dan jika sedang tidak musim buah, akan semakin banyak orang utan yang datang pada saat feeding, tetapi tidak semua mendengar panggilan dari pemberi makannya bisa jadi dikarenakan pada saat feeding, mereka terlalu jauh. Tiap-tiap orang utan akan membuat rumah masing-masing setiap harinya dan berpindah-pindah, rumah tersebut dibuat dari ranting-ranting pohon dan daun-daun. Selain buah, makanan mereka adalah daun-daun muda dan rayap (orang utan adalah vegetarian). Untuk menenangka satu orang utan jantan membutuhkan 8 orang, dan untuk orang utan betina membutuhkan 5 orang. Di hutan yang kami masuki terdapat beberapa hewan tetapi sukar untuk bertemu, yakni : babi hutan, macan dahan, monyet, beruang madu, kukang, bekatan, macam-macam burung, sepanjang perjalanan kami, bertemu dengan semut api x_x dan beragam burung dan kupu-kupu berukuran ekstra besar dari yang biasa kami lihat, hutan ini sebelumnya adalah tanah pertanian, semenjak beberapa tahun yang lalu kembali direboisasi untuk kawasan konservasi. Di luar kawasan konservasi adalah orang utan liar.

Di camp leakey pernah terjadi perebutan kekuasaan antara orang utan TOM dan KOSASIH, dan kosasih tidak terlihat semenjak itu, tidak diketahui apakah tewas atau membuat kumpulan sendiri. Masih di camp leakey, sekitar 12 tahun yl, pernah ada wisatawan asing bernama Richard merasa gerah dan dia melompat ke sungai yang berwarna hitam tetapi bening, tanpa menyadari bahaya dari buaya-buaya di sungai tsb, semenjak kejadian tersebut pihak konservasi membuat beberapa peraturan dan semakin banyak orang asing yang berkunjung.

Puas di dalam hutan, kami kembali ke pelabuhan, tetapi sebelumnya kami mampir di Desa Sekonyer kembali untuk mengantar rekan adik ipar saya dan mampir ke toko souvenir di depan pintu masuk desa tersebut, oya, disini ada home stay untuk yang ingin menginap tetapi listrik hanya menyala di malam hari saja. Beberapa kilometer dari desa tersebut juga ada semacam hotel, infonya sih disini menggunakan genset jadi tersedia listrik walaupun sinyal tetep on off hehe.  Souvenir yang saya beli disini adalah gelang dari kulit kayu Rp. 45.000 dan rotan Rp. 35.000, gantungan berbentuk pulau kalimantan Rp. 30.000, gelang ini bisa dibuat langsung di desa sehingga bisa pas di pergelangan tangan kita. Untuk kaos dengan tema konservasi berkisar Rp. 150.000-200.000.

penginapanket. foto : home stay di desa Sekonyer

Sesampainya di pelabuhan Kumai, kami menyempatkan diri makan siang di RM Aloha, hasil laut lagi (yeay) dan tetep murmer, super enak, atau kita kelaparan ya? Hehe.

collage rm aloha

Sampai kota Pangkalan Bun, kita juga menyempatkan foto-foto di Monumen Palagan Sambi, Monumen ini didirikan untuk mengenang peristiwa penerjunan payung pertama TNI AU di desa Sambi pada 17 Oktober 1947. Di monumen ini dipajang sebuah pesawat Dakota yang dipakai TNI AU dalam aksi penerjunan. Digambarkan juga kisah penerjunan dan nama-nama penerjun (kalau tidak salah ada 3 orang tewas dari jumlah semua 13 orang penerjun pada saat penyergapan). Salah satu penerjun, bernama Iskandar, namanya diabadikan menjadi nama bandara Pangkalan Bun. Tanggal 17 Oktober kemudian juga ditetapkan sebagai hari jadi Paskhas (Pasukan Khas) TNI AU.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sore harinya, suami saya ada janji dengan teman hobinya diecast pesawatnya di cafe Iduna (cafenya Qila nongkrong – ponakan :D), lokasi cafe ini dekat dengan pusat pasar, cafe ini menyediakan steak dan yah menu cafe pada umumnya sih.

iduna cafe

Dari situ kami sempatkan mencari oleh-oleh untuk keluarga di Bogor, karena besok kami pikir tidak akan sempat, kami menuju pasar Pangkalan Bun, makanan yang terkenal disini adalah kerupuk amplang ikan Belida, renyah nikmat, ada juga amplang ikan tenggiri, lucunya di toko oleh-oleh ini kebanyakan adalah makanan asal solo hehehe ya iyalah yang punya toko memang berasal dari Solo ternyata. Sayangnya saya tidak mendapatkan lempok durian yang teman-teman kantor titip, karena memang sedang tidak musim durian. Setelah makanan, kami lanjut ke toko aksesoris, pastinya yang terkenal di Kalimantan adalah aksesoris batu-batuan, titipan mama, saya beli satu set batu yang sudah dirangkai menjadi kalung, gelang, cincin dan anting, jenis batu yang saya beli adalah topas dan mutiara air tawar, masing-masing kisaran harga 150 – 200rb an, kecuali untuk batu kecubung berkisar 400rb an, batu kecubung memang paling favorit disini.

collage oleh-olehLast Day :

Gak berasa selesai juga liburan kali ini…sebelum menuju kembali ke bandara yang bisa ditempuh hanya sekitar setengah jam, tadinya kita kepengen banget mampir ke Pantai Kubu. tetapi karena jaraknya cukup jauh kami urungkan niat itu. Infonya di pantai itu ada semacam rumah makan laut juga dan enak sekali. Skip untuk lain kali kemari lagi ^^.

Walaupun tidak jadi mengunjungi pantai, kami menyempatkan diri makan nasi tiwul di Warung Makan Roso Nyoto, enaak tapi aneh karena baru kali ini saya makan nasi jagung, saya pribadi pesan ya standar nasi putih ayam goreng.

collage rm nas tiwul

Sesampainya di bandara, ternyata banyak sekali penjual batu-batuan seperti di toko oleh-oleh kemarin dan dengan harga yang lebih murah, bedanya di bandara tidak bisa tawar menawar. Akhirnya saya membeli beberapa souvenir gelang lagi, kali ini bukan dari kayu/rotan tetapi dari batu kecubung Rp. 60.000 dan gelang khas warna warni Rp. 10.000-20.000. Untuk bebatuan yang belum diikat harganya di kisaran Rp. 100.000.

Pukul 11.00 WIB  sudah dipanggil untuk check in, sediiih…will miz u kiddos…untuk penerbangan dari Pangkalan Bun jangan sampai terlambat datang karena penerbangan dari sini sangat tepat waktu sesuai yang tertera di tiket pesawatnya. 1 jam berikutnya kita sampai di Jakarta, ah besok sudah mulai masuk kerja lagi deh….sampai ketemu lagi liburan selanjutnya.

Posted by: winnymirza | May 28, 2013

Journey to Borneo Part 1

Day 1 :

Borneo…hmm mistis, hutan, sepi, itu yang saya bayangkan. Yep, liburan panjang kali ini, saya dan suami plus mertua pergi ke suatu tempat di Kalimantan, tepatnya yaitu ke kota Pangkalan Bun, kota ini merupakan ibukota Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Ibukota provinsinya adalah Palangkaraya. Deg-degan, karena untuk saya ini adalah pengalaman pertama ke pulau ini, sedangkan lainnya sudah terbiasa dari dulu 😀 #norak ya.

Journey kali ini kami menggunakan pesawat yang tidak biasa kita naiki, yaitu Kalstar (Terminal 1c Bandar Udara Soekarno Hatta, kisaran harga Rp. 700 – 800rb/1x jalan), dari Bogor berangkat 8 Mei 2013 pukul 04.00 WIB karena boarding dimulai pukul 06.00, catatan : jangan sampai tertinggal pesawat, karena hanya terbang 1x sehari :D. Tepat pukul 07.00 WIB on time, take off KD 721 Jakarta – Pangkalan Bun.

Wow, tidak menyangka ternyata banyak sekali warga negara asing seperjalanan kami, sepertinya sih mereka dari lembaga-lembaga konservasi. Perjalanan sekitar 1 jam, pukul 08.00 landing di Bandar Udara Iskandar, selama di dalam pesawat yang dilihat adalah pulau yang masih hijau banget dengan kota berupa kotak kecil dan sungai yang berkelok-kelok panjang, hmmm ini salah satu tujuan saya besok, jadi ga sabar. Oiya di kalstar kita diberikan sarapan nasi beserta lauk pauknya dan ternyata cukup mengenyangkan..yummi…

collage kalstar
kalstar food
ket. foto : dapet sarapan loooh ^^

Landing di Bandar Udara Iskandar, hanya ada 3 pesawat yang sedang parkir, Kalstar dan 2 pesawat trigana air baling-baling hihihi baru kali ini liat bandara sepiiii abizz, lega banget bisa foto2 disitu, jadi kayak punya pesawat di halaman pribadi. Setelah puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan menuju rumah adik ipar saya, hanya butuh waktu sekitar kurleb 15 menit kita sudah sampai 😀 sepanjang jalan sepiii banget, berasa kayak di film zombie aja nih. Pangkalan Bun dikenal sebagai Kota Manis (Minat, Aman, Nikmat, Indah dan Segar) – tagline kotanya pas banget dengan yang kita rasakan, segaaaar, rapi dan bersih. Tetapi karena lelah di perjalanan dan kurang tidur, hari ini kami hanya diam di rumah saja melepas kangen dengan ponakan-ponakan kami yang sudah lama ga ketemu (always miz u kiddos – syaquila dan lanno).

collage bandar udara

Kalimantan tanpa makanan laut kayaknya kurang pas ya, yes makan malem hari ini adalah RM Dunia Laut..yeayy, dari namanya aja dah bisa kita tebak ya, semua adalah hasil laut. Yummiiii….hasil akhirnya, perut kenyang tepatnya kekenyangan, karena baru kali ini yang namanya kepiting dan udang ga habis dimakan hhfff :p harga? Muraaaah, coba bayangkan makan untuk 6 orang dengan hasil laut yang lengkap hanya habis 400rb, menunya saya tidak begitu hafal, seinget saya adalah sop kepiting asparagus, kepiting saos mentega, udang bumbu cah, kangkung cah, porsinya buanyak banget…mantapppp.

rm dunia laut

college dunia laut

ket. foto : kepiting saos mentega dan sup kepiting 

Day 2 :

Pagi-pagi semangat bangun pagi hohoho, lari pagi di kota orang, udaranya seger banget, kita menuju jalan utama kantor Bupati dll, jalan pagi ga berasa disini ga taunya udah lumayan jauh juga, lapaaar akhirnya kita beli nasi uduk di pojokan jalan, ternyata walapun di Kalimantan, tetep yang jualan orang jawa hehehe.

Tujuan hari ini ada konservasi orang utan, beruntung punya adik ipar yang banyak kenalan, jadi kita punya akses menuju kawasan konservasi, disini merupakan kawasan untuk orang utan yang masih liar, masih kecil atau cacat lahir, jika mereka sudah siap baru mereka akan dilepaskan ke kawasan konservasi yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat. Karena beberapa hal di kawasan ini dilarang untuk foto-foto. Lucunya di kawasan ini, saya bingung siapa mengunjungi siapa, karena selama kita di dalam, mereka (orang utan) sangat interest bergerombol untuk memandang kita kemanapun kita jalan :p #disini  nyamuknya besar-besar, alhasil keluar dari sini saya pun bentol2 x_x.

konservasi orangutanket foto : menuju kawasan konservasi orang utan

Dari kawasan konservasi, kami meneruskan perjalanan ke Kota Pelabuhan Kumai, karena di Pangkalan Bun tidak ada kemacetan,  menuju Kumai pun tidak terasa padahal jaraknya sudah cukup jauh sekali seperti dari Bogor menuju Depok lah kira-kira. Kota Kumai merupakan kota pelabuhan penghubung dari beberapa pulau. Saya kira ketika sampai di pelabuhan Kumai adalah laut, ternyata ini adalah sungai, tepatnya sungai Arut :p memang banyak penduduk disana mengatakan ini adalah laut, mungkin karena saking lebarnya ya.  Hari ini kami survey mengenai perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang terkenal oleh kawasan konservasi orang utan dan perjalanan sepanjang sungainya. Berhubung hari ini adalah hari jumat, jadi kami tidak bisa berlama-lama disini, gpp karena besok adalah pengalaman sesungguhnya.

tom kosasihSetelah para bapak-bapak selesai jumatan, kami lanjutkan dengan makan siang di RM Terapung, cukup jauh juga jaraknya tapi seru juga, karena selama kami makan, banyak klotok dan speedboat yang melintas, sehingga tempat kami duduk pun ikut goyang-goyang hehehe, lokasi RM ini masih satu jalur dengan sunga Arut tetapi di sisi yang berlainan. Again, menunya adalah hasil laut. Saya sendiri pesan ikan nila bakar yang enak ruar biasa, suami saya pesan udang yang ruar biasa besar xoxo (dua-duanya lupa saya abadikan). Seperti sebelumnya, total biayana kurang lebih sama dengan makan tadi malem, yang harus diingat adalah kolesterol yang semakin naik (tepok jidad). Serunya disini kita menyempatkan untuk naik klotok menyusuri sungai, biayanya Rp. 30.000/boat ^_^.

collage terapung

ket. foto : menu ayam bakar di RM Terapung dan naik klotok

Sore harinya, saya dan suami sempatkan melihat-lihat kota Pangkalan Bun mengendarai motor, karena kotanya kecil saya pede tidak akan nyasar, and yes ketemu juga tu yang namanya Istana Kuning di daerah Radja, disini merupakan tempat raja dan pangeran Kerajaan Kotawaringin dan lebih dikenal dengan nama istana kuning, sayangnya ketika kami sampai, waktu untuk masuk ke dalam sudah habis pukul 16.00 WIB, jadi kami hanya foto-foto saja dan mendapat info bahwa di sebelah istana itu adalah rumah pangeran, dan seperti dongeng, ada 2 pangeran disini yang satu adalah pangeran baik dan satunya adalah pangeran jahat hihihi, bener ga sih itu. Dari sini kami tidak lanjut muter-muter karena hari sudah mendung dan tanda-tanda akan hujan lagi. Istana ini ternyata dekat dengan pasar (catat), jadi agenda hari besok untuk beli oleh-oleh ^^

istana kuning collage

Posted by: winnymirza | November 2, 2012

Bali Trip Part 3

Last day *_* semangaaaat….

Hari terakhir di Bali sudah direncanakan yaitu ke Ubud, wisata budaya setempat, kebetulan hari ini bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, yeayyy pasti seru banget sepanjang perjalanan naik motor.

Pagi-pagi, kita jalan-jalan kembali di Legian, menikmati matahari yang baru muncul, tidak lama kemudian, kembali ke hotel untuk packing, karena jam check out adalah pukul 12.00 WITA. Kruyuk kruyuk, lapaaar ternyata, infonya ada coffee shop dekat dengan hotel, okeh GPS ready, tujuan adalah Mugshoot Coffee di Jl. Padma, Legian, siap dengan helm dan baju seadanya (belum mandi alias) 😀 kita menuju Jl. Padma, yang ternyata bisa dijangkau hanya dengan jalan kaki dari tune hotel x_x hadeuh. Sampai disana hanya ada bule-bule, yeah kita lokal sendiri, sip tetep pede hihihi…Harga standar, kita pesan Croissant dan Iced Blended Capucino plus one scoop ice cream. Lumayan kenyang. Alhamdulillah.

mugshoot

mugshoot2

Setelah mengurus check out di hotel, tas dititipkan kembali, karena beberapa hari di Bali ternyata tas-nya beranak pinak hehehe..okeh, perjalanan lanjut menuju Ubud, hmmm kira2 1.5 jam perjalanan dengan motor melintas bypass, ternyata hari ini adalah hari raya kuningan di bali, yeayyy pas banget perjalanan wisata budaya ke ubud ^_^ jadi sepanjang jalan penuh dengan panjor-panjor di pinggir jalan, warga setempat mulai menuju pura untuk ibadah, cewe-cewe memakai kebaya dan cowo-cowonya pakai pakaian putih2 dengan asesoris kuning.

Ubud-20120908-00139

Again, karena sepanjang perjalanan haus banget, qta mampir lagi di Ice Cream Gelato hahaha yeah harganya di Ubud nih paling mahal horeee, 1 scoop nya Rp. 20.000, karena bingung ga nemu2 sawah yang suka ada di postcard, tadinya mau mampir ke monkey forest, tapi koq ya luas banget, atau ke museum antonio blanco, oiya sekilas liat tiket masuknya sekitar Rp. 50.000, tapi kita putuskan ga jadi semua karena badan dah ledees abizz setelah nge- cruise kmrn xixixi, akhirnya kita meneruskan perjalanan ke ubud pedesaan dan ketemulah si sawah-sawah yang ada di post card…foto-foto sebentar, kemudian meneruskan perjalanan lagi mencari ayam kadewatan, menurut review wajib mampir, akhirnya ga nemu juga karena hari raya jd banyak yg tutup, pun pas ada pilihannya pork kedewatan x_x hadeeeuh (ga bisa makan B2), tapiiiii hampir semua RM di daerah ubud tutup karena ada perayaan,…akhirnya kita puter balik lewat jalur lain untuk kembali ke legian.

ubud2

ubud3

Lapaaar sangat…ga nemu makanan, akhirnya kita mutusin makan senemunya di jalan…di jalan entah dimana ketemulah warung lesehan 2M, widih serem ga sih namanya, ok kita turun aja saking lapernya. Menu yang dipesan Nasi Bali Special Chicken + Es Tea + nasi polos : Rp. 48.000 (whatsssss???) di buku menu tu nasi bali harganya Rp. 20.000 doank, pengalaman, sampe lupa foto tempatnya saking shock 😀 eiya disini ada menu pork jg. Tiba di Jl. Raya Kuta, ngulang makan lagi karena ga puas, Bu Andhika again : abis Rp. 30.000an 😀 tetep paling murah n enak. Dari bu andhika tadinya kita pengen ke lokasi Kudeta, tapi karena dipikir-pikir ga sempet, ga jd mampir deh, akhirnya jalan-jalan aja sekitaran kuta mampir ke mall baru “Bali beach mall” klo ga salah, mirip banget sm vivo Singapore hehehe, nyatu dengan Sheraton dan Harris hotel, sebelahnya Mc.Donalds. Saat itu, sunset di Kuta baguuuuuuuus banget pas di tengah2 (liat dari jalan), tapi karena kita nguber pesawat harus pulangin motor dengan kecewa sunset dilewatkan begitu aja x_x next time will be better, i promise…hiks..

kuta

kuta beachwalk

Catatan penulis (alias curcol):

Kuliner yg terlewatkan :

  1. Warung Murah, Jl. Double Six, Legian
  2. TJ Mexican, Jl. Raya Kuta, Kuta (penasaran sama yg namanya Tapas)
  3. Ayam Kedewatan, Jl. Kedewatan, Ubud

Tujuan yg terlewatkan :

  1. Pantai Padang-padang
  2. Danau Bedugul (jauuuh)
  3. Kintamani (lebih jauh lagiiii) hehehe next time
Posted by: winnymirza | October 25, 2012

Bali Trip Part 2

Day Cruise with Bounty Cruise ^_^

Okeh, bali part 2 dimulai pagi-pagi banget kita berdua bangun subuh, saking takut ketinggalan kapal hehehe, beberes, trus kita sempetin sarapan dulu di es teler 77 di hotel, mahal ternyata (beda dengan harga normal) *_* jadi pesen secukupnya aja, jam 8.30 WITA dijemput dari operator Bounty Cruise, yeay pengalaman baru nih, naik kapal pesiar. Per orang Rp. 600.000. Barang-barang yang wajib dibawa : Swimming costume, Towel, Sunscreen, Hat, Camera, Money for optional & drinks.

09.30 WITA sampai di pelabuhan Tanjung Benoa, widih banyak jenisnya kapal pesiar ternyata, tapi kita masuk dari gate nya bounty cruise, ternyata ada beberapa keluarga lokal juga, senangnya 🙂 lain itu bule-bule semua.

10.00 WITA gate menuju kapal dibuka, antri yaaa, karena masing-masing di foto di atas kapal sebelum masuk ruangan, cheeeessseee…Ternyata setelah masuk ke ruangan berkumpul kita dikasi sarapan lagi hehehe memuaskan tadi di hotel kurang kenyang.

10.15 WITA sailiiiiiiiing 😀 seru banget, ombaknya gede banget, sampe agak pusing, tp penasaran, akhirnya coba naik ke lantai 2 selanjutnya lantai 3, ternyata di lantai 3 dah banyak orang (bule-bule terutama), jadi disini kita bisa pesen minuman sambil dance, ada lantai dansa n DJ nya, rame banget.

11.00 WITA sampai juga deh di pontoon, alias dermaga terapung, disini kita diberikan fasilitas loker dengan menyimpan deposit Rp. 50.000 yang nantinya akan dikembalikan sebesar Rp. 30.000, dari pontoon ini baru deh dimulai petualangannya, sesi pertama jalan-jalan ke nusa lembongan island (village tour), kita bisa liat kerajinan rumput laut, kehidupan penduduk lokal and beli souvenir, sesi kedua watersport. Sebelumnya kita sudah cek di internet review mengenai bounty cruise, akhirnya kita memutuskan untuk langsung watersport sepuasnya, yeay, unlimited snorkeling, water slide, banana boat and semi submarine.

Setelah puas main air, kita basuh tapi harus diingat tidak bole memakai sabun atau shampoo ya, karena akan mencemari air lautnya. Pada jam 12.00 WITA sebenernya sudah disiapkan makan siang oleh pihak Bounty, tapi karena lagi seru-serunya saya undur 1 jam untuk makan siang, Alhamdulillah masih buanyak banget lauknya 🙂

Makan siang kelar, kita naik ke lantai 2 pontoon, di atas ternyata tidak kalah indahnya, ada beberapa sunbed yang bebas digunakan, yeay ngerasain gaya bule berjemur di atas kapal pesiar. Puas foto-foto di atas, kemudian beberes barang-barang karena pukul 15.30 WITA Bounty akan kembali menuju tanjung benoa.

16.00 WITA kita dipanggil naik ke kapal lagi untuk berlayar pulang, niat awal ingin melihat laut lagi, tapi apa daya di atas kapal saya dan suami tidur lelap banget.

Sampai tanjung benoa kita langsung diantar kembali ke Hotel oleh pihak Bounty, sesampainya di hotel kita menyempatkan istirahat terlebih dahulu untuk kemudian hunting makan malam.

Pizza Italia, Jl. Kunti (belokan setelah warung made legian) yang jadi pilihan, sebagai pencinta keju, akhirnya kita memesan Pizza formagie yang terdiri dari 4 jenis keju seharga Rp. 75.000, coffe latte dan Ice Cream Gelato Vanila (tidak sedia rum raisin) seharga Rp. 12.000. Rasanya sangat memuaskan dan mohon diingat disini tidak bisa menggunakan kartu kredit hihihihi untung bawa duit cash (fiuh).

Hari kedua selesai, sedih banget besok harus pulang, tapi kita sudah ada planning yang padat buat besok, stay tuned.

Posted by: winnymirza | September 19, 2012

Bali Trip Part 1

Yeay, senangnya liburan lagi setelah sekian lama vacum. Ok karena dapet jatah liburan lebaran, so, its time to hunting ticket.Search..search, dapet deh Lion Air dengan harga kurleb Rp. 800.000 pp/orang, lumayan. Lanjut pencarian hotel, denger2 Tune Hotel, Legian murmer nih (www.tunehotels.com), siaaap, langsung booking untuk cek in tgl 6 and cek out tgl 8 Sept 2012 total biaya Rp. 280.000/2 malem krn ada diskon dari BNI kredit card hihihi alhamdulillah. Oya kita juga memutuskan untuk ga wisata ke pura-pura di Bali, so, kita memilih untuk naik kapal pesiar dan memilih Bounty Cruise untuk operatornya, paketnya Rp. 600.000/orang, saya pesen online dari www.balisaritour.com.

Malem kamis, kita udah ga bisa tidur karena harus bangun pagi-pagi (tepatnya jam 2 pagi :D) so, kita tidur sedapetnya aja, jam 1 langsung berangkat dengan si blue menuju bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan pukul 04.30 WIB. Sekitar pukul 03.30 WIB kita sampai di terminal 3 untuk parkir mobil parkir inap di bandara kurang lebih Rp. 50.000/hari. Flight JT 0034 Lion Air boarding tepat 04.30 WIB, take off 05.00 WIB, okelah ga gitu lama amat (jempol).

Bali..bali..walaupun saya dan suami udah pernah kesana masing-masing tapi itu udah lama banget, jadi kayak pengalaman baru lagi. Pukul 08.00 WITA akhirnya landing juga di bandara I Gusti Ngurah Rai, horeeee…ga pake lama kita langsung keluar, secara hanya bawa 2 backpack yang ga masuk bagasi. Di penjemputan udah nunggu Pak Komang dari ceria transport, tadinya kita mau naik taksi, ternyata dari tune hotels ada kerjasama untuk penjemputan jadi ya udah ambil simplenya aja 🙂 1x penjemputan Rp. 65.000 (maks. 4 orang).

Tune hotel legian nih di jl. double six, widih deket banget ke pantai, walopun masuk ke dalemnya agak sempit (susah parkir mobil), tapi karena cuma berdua and sewa motor jadi ga masalah hohoho, untuk sewa motor dikenakan biaya Rp. 50.000/hari, titip tas di hotel Rp. 8.000/hari (karena cek in pukul 14.00 WITA)

Yooo petualangan dimulai 😀 berbekal GPS di Blackberry, menuju Pantai Suluban, ni pantai jauuuh banget, ternyata deket dengan wisata Pura Uluwatu, lokasinya belok kanan sebelum pintu masuk Uluwatu, parkir motor Rp. 3.000, menuju pantai kita harus melalui anak tangga yg lumayan banyak. Tapi semua ga ada bandingannya dengan keindahan yang diterima, tapi sayang air udah mulai pasang jadi ga bisa berenang di ceruk nya.

Lanjut petualangan ke pantai padang-padang, eh ternyata kelewatan, ya udah disimpan untuk next trip, lanjut ke Dreamland, pantai yang satu ini menurut saya panas banget, saya pribadi lebih suka pantai suluban. Tapi memang disini ombaknya lebih tenang, pemandangannya luar biasa seperti yang ada di bayangan saya.

Dari sini, tadinya kepingin mampir Jimbaran tapi rasanya capai karena kurang tidur, akhirnya pulang menuju Hotel untuk cek in, sebelum sampai hotel, mampir ke RM Ibu Andhika, murmer banget Rp. 24.000 berdua. mantaapss..

Nightlife yeay…menuju Kuta naik motor, sampai di Jl. Legian ternyata Vi Ai Pi sedang ultah yg ke 4 jadi suasana hip banget, sebelum memilih tempat dugem yang asik, kita mampir Gelato Ice Cream beli rasa rum raisin Rp. 15.000, akhirnya kita memilih masuk ke Sky Garden (depannya gelato), disini ada 3 lantai (live music, bar, sexy dancer), tiket masuk plus minuman Rp. 50.000/orang. Karena lapar, akhirnya pesen juga Kebab, porsinya disini besar2 untuk makanan harga juga so so lah.

Okeh hari pertama memuaskan dan sesuai rencana, sekarang istirahat dulu persiapan untuk naik cruise besok, so harus tidur cukup hehehe…

Categories